Hasil Uji Coba Obat Covid-19 Inhaler

Hasil Uji Coba Obat Covid-19 Inhaler

Percobaan obat eksperimental yang dihirup (inhaler) oleh pasien Covid-19 telah menunjukan pengurangan gejala penyakit yang signifikan.

Obat yang disebut dengan nama SNG001 dikirim melalui inhaler dan didasarkan pada interferon beta, sebuah protein yang diproduksi secara alami dalam tubuh, yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan respons antivirus.

Para peneliti telah mengumumkan hasil uji coba awal, yang menemukan kemungkinan pasien Covid-19 lebih menurun tingkat gejalanya yang dialaminya setelah diberikan obat tersebut, dibandingkan dengan pasien yang diberi plasebo.

Tim di balik penelitian ini juga mengatakan bahwa pasien yang diberi obat itu hanya dua kali lebih mungkin untuk menunjukkan tidak adanya bukti klinis selama masa studi 16 hari. Dengan kata lain, peluang untuk pulihnya lebih tinggi dan ada bukti juga terkait pengurangan sesak napas yang dialami.

Tom Wilkinson, profesor kedokteran pernapasan di University of Southampton mengatakan bahwa secara umum hasil yang didapatkan dari uji coba obat melalui cara inhaler ini menunjukkan hasil yang menjanjikan.

“Hasil awal sangat positif dan menyediakan platform yang kuat untuk membawa obat ini ke penelitian lebih lanjut dalam pengembangan klinis. kami akan memasukkan obat ini ke perawatan pasien sesegera mungkin,” katanya seperti dikutip The Guardian

Sementara itu Martin Landray, profesor kedokteran dan epidemiolog dari University of Oxford mengatakan agar tetap berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Menurutnya uji coba tersebut masih terlalu kecil untuk menarik kesimpulan yang tegas.

“Pengurangan utama dalam perkembangan penyakit parah datang dengan ketidakpastian statistik yang besar. Sangat baik untuk melihat adanya perawatan baru yang sedang dikembangkan tetapi ada perbedaan besar antara mendorong hasil awal dan bukti definitif yang mengubah praktik klinis,” tandasnya.

SNG001 diproduksi oleh perusahaan bioteknologi bernama Synairgen yang berbasis di Southampton. Perusahaan ini merupakan spin-out dari University of Southampton dengan University Hospital Southampton sebagai pusat utama untuk penelitian.

Adapun, percobaan telah mendapat lampu hijau sejak Maret dan telah melibatkan sekitar 100 pasien yang dirawat di rumah sakit. Setengah dari jumlah tersebut diberikan obat SNG001 dan setengah lainnya diberi plasebo.

Pasien diberi obat hingga 14 hari, dengan data pasca perawatan yang dikumpulkan pada hari ke 15 dan 16 serta dilacak hingga hari ke 28. Selama percobaan itu, tiga pasien dalam kelompok plasebo meninggal dunia, sementara tidak ada kematian dari pasien yang diberi obat SNG001.

SNG001 bukan obat pertama yang menjanjikan dalam pengobatan pasien virus corona baru. Sebelumnya ada obat steroid yang dikenal dengan nama deksametason yang juga terbukti positif dan remdesivir yang bahkan sudah disetujui untuk penggunaan terbatas pada pasien parah.

Namun demikian, Wilkinson mengatakan berbeda dengan remdesivir yang dianggap sebagai obat yang lebih fokus terhadap penanganan penyakit Covid-19, SNG001 memiliki efek yang lebih umum yang jujga bermanfaat bagi pasien dengan virus musim dingin seperti flu.

Related articles

Peneliti Sukses Membuat Bir Sehat dari Durian

Peneliti Sukses Membuat Bir Sehat dari Durian

Kriza Calumba, seorang instruktur teknologi makanan dan sains dari Universitas Filipina-Mindanao, menciptakan ramuan yang terbuat dari bir namun sehat. “Kita sudah tahu betapa bagusnya probiotik bagi tubuh tetapi makanan atau minuman yang memilikinya biasanya berbasis […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *